Jumat, 01 Juni 2018

ASTAGA. .VIDIO. .ENTAH SALAH APA IBU SAMPAI MENGINJAK KEPALA ANAKNYA MENUAI KEMARAHAN BANYAK ORANG,,,LIHAT AKSI IBU INI.!!!!!

Setiap orang tua miliki cara sendiri untuk mendisiplinkan anaknya, ada yang memakai cara halus seperti duduk bersama serta ngobrol ada juga yang menganggap cara keras mesti dilakukan agar anak jera serta tahu kesalahannya. Yang disayangkan, kadang cara keras yang dilakukan orang tua justru menyakiti sang anak.



Video yang beredar dari situs Shanghaiist. com ini menuai kemarahan banyak pihak. Dalam video itu, tampak seorang wanita memukuli seseorang anak yang masih balita selama empat menit. Dalam video itu tampak sang wanita melampiaskan kemarahannya pada anak dengan melakukan kekerasan fisik. Kekerasan fisik ini lebih dari mencubit atau memukul.
Wanita dalam video tampak melepas celana si anak perempuan hingga selutut lalu memukul kaki, kepala dan wajah sang anak dengan tongkat. Tak hanya itu, sang ibu memberikan pukulan dan tamparan. Sementara sang anak hanya menangis dan meratap kesakitan di sepanjang
video. Yang membuat banyak orang marah adalah kenekatan wanita ini saat menendang dan menginjak kepala si anak.
Foto: copyright shanghaiist.com
Para pengguna internet sangat marah dengan beredarnya video ini, karena apapun alasannya, tindakan wanita di dalam video sudah masuk kategori kekerasan dan penganiayaan pada anak. Netizen juga marah pada siapapun yang merekam video ini dan tidak memberikan pertolongan pada sang anak. Hingga sekarang, masih diselidiki identitas wanita dalam video dan orang yang membuat video tersebut.
Kepada para orang tua, mendisiplinkan anak memang harus, tetapi masih ada banyak cara yang bisa dilakukan selain melakukan kekerasan pada anak. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa anak yang sering dipukul oleh orang tuanya akan tumbuh menjadi anak yang tidak percaya diri, memiliki emosi yang tidak terkendali bahkan menyimpan dendam pada orang tuanya. Maka sayangilah anak-anak Anda, dan semoga anak dalam video ini tidak mengalami cedera kesehatan akibat tindakan ibunya.

Berbagi ke Facebook
Berbagi Ke Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar