Rabu, 06 Juni 2018

BUAT ANAK DAN PARA SUAMI (Sengaja Tidak Disensor) ..! Masih Adakah Suami Yang Tega Menyakiti Istrinya Setelah Melihat Ini

Seringkali wanita menangis karena pria, tak tahu karena dikecewakan oleh sikapnya, atau dilukai dengan perkataannya, bahkan ditinggalkan.

 

Ada sebuah renungan yang mungkin begitu berarti untuk dibagikan pada semua teman dekat agar lebih menghormati serta menghormati wanita.

Suatu hari, seorang pria berdoa dalam kondisi marah serta emosi. Ia sebal pada pasangannya yang seringkali menangis serta memanfaatkan air mata di setiap perdebatannya. Ia bosan. Sungguh bosan.

Tidak ingin terlibat dalam emosi yang negatif, iapun sujud serta berdoa, memohon pertolongan pada Tuhan.

“Tuhan, kenapa sih wanita sering menangis? Saya bosan dan jenuh
lihat serta mendengarnya, ” keluh pria itu.

Jawab Tuhan kepadanya

“Karena wanita itu unik. AKU membuatnya tidak sama seperti anda. Ia yaitu makhluk yang istimewa.

KU kuatkan bahunya untuk melindungi anak-anakmu kelak.
KU lembutkan hatinya untuk memberimu rasa aman.
KU kuatkan rahimnya untuk menyimpan benih manusia.
KU teguhkan pribadinya untuk selalu berjuang waktu yang lain menyerah.
KU berikan naluri untuk tetaplah menyayangi walau dikhianati serta disakiti oleh orang yang disayangi.
KU hembuskan kasih sayang supaya ia dapat mencurahimu dengan perhatian.
KU buat matanya lentik karena ia bakal jadi jendela kedamaian.
KU buat senyumnya merekah seperti mahkota bunga untuk membuatmu tetaplah mengingat indahnya dunia.
KU buat tangannya terampil untuk menjagamu supaya tidak pernah kekurangan.

Namun bila satu saat ia menangis.
Itu karena AKU memberinya air mata untuk membersihkan luka batin serta memberikan kekuatan yang baru. Tidaklah satu tanda kelemahan serta kekalahan. ”

Pria itupun tertegun sejenak. Diambilnya langkah bergegas, dipeluk serta diusapnya air mata di pipi orang yang dicintainya. “Aku bakal membantumu menghapus luka batin itu…”

************
Wahai para pria, jangan pernah menyakiti wanita.

Sumber : http :// seputarberitaterpopuler. blogspot. com

Berbagi ke Facebook
Berbagi Ke Twitter
Share on Google+
Comments
0 Comments

0 komentar:

Posting Komentar