KEJAM – Bayi Umur 4 Hari jadi Yatim, Gara-gara Sang Ayah Tak Mampu Membendung Nafsu dan Tega Melakukan Ini

44 hari pascamelahirkan, ada pantangan yang sudah dipraktekkan di kalangan masyarakat Melayu bagi perempuan. Periode ini dianggap sebagai masa pemulihan fungsi kewanitaan dari semua luka
serta fisik dan mental. Rahim juga akan mulai berkontraksi, menyusut seperti sebelum hamil.44 hari pascamelahirkan, ada pantangan yang sudah dipraktekkan di kalangan masyarakat Melayu bagi perempuan. Periode ini dianggap sebagai masa
pemulihan fungsi kewanitaan dari semua luka serta fisik dan mental. Rahim juga akan mulai berkontraksi, menyusut seperti sebelum hamil.





Rentang waktu 44 hari itu dirasa cukup untuk mengembalikan organ kewanitaan. Suami harus bekerja sama dengan istri mereka untuk menghindari selama masa itu untuk memastikan kesehatan mereka sepenuhnya.
Baca: Manasik Umrah BMP Diikuti 540 Peserta
Namun, ada juga kasus suami yang kejam, mungkin karena tipikal yang kasar dan tidak memahami apa yang seharusnya tidak dilakukannya terhadap istrinya.
Seperti apa yang dikisahkan Indah Hazrila yang diunggah di di halaman facebooknya ini. Sulit dimengerti seorang ibu yang baru 4 hari melahirkan, terpaksa bertahan karena suaminya terlalu bernafsu. Tidak bisa dibayangkan, bagaimana rasa sakit yang dialami istrinya. Yang paling menyedihkan, bayi berusia 4 hari harus masuk panti asuhan akibat kekejaman ayahnya.
HALAMAN SELANJUTNYA:


Artikel Terkait

KEJAM – Bayi Umur 4 Hari jadi Yatim, Gara-gara Sang Ayah Tak Mampu Membendung Nafsu dan Tega Melakukan Ini
4/ 5
Oleh